Aku no Hana Chapter 004: Cloudy Skies


Diruangan kelas.
"kasuga maukah kau kerumahku nanti?" ajak Yamada.
"eh aku, aku ada sesuatu untuk dikerjakan hari ini" Jawab Kasuga menolak.
"ayolah,, kaukan jarang bersama kita ahir-ahir ini" rayu Yamada.
Namun Kasuga tidak menjawabnya.
"ahh,, baiklah kalau begitu, kami akan meninggalkanmu sendirian" kata Yamada meninggalkan Kasuga.
Kasuga keluar kelas untuk pulang.
Diluar ternyata Nakamura telah menunggunya.
"bisakah kita pergi sekarang?"ajak Nakamura.
"yeah,,," jawab kasuga pasrah.
Ini sudah seminggu setelah kejadian itu,
Aku selalu Bertemu dengan Nakamura sehabis sekolah.
Kasuga celingak celinguk mengawasi keadaan sekitar.
"apa yang lakukan?" tanya Nakamura.
"ah,,," Kasuga, kaget.
"jika kau ada disini, jika salah satu siswa dari kelas kita melihat, aku tak tahu apa yang akan mereka katakan?" kata Kasuga.
"jadi" kata Nakamura.
"itu,,," jawab Kasuga.
"ayo cepat, Kasuga" kata Nakamura.
Mereka pergi ke sungai, disungai mereka bercakap-cakap.
"hey Kasuga,," kata Nakamura.
"apa," jawab Kasuga.
"ahir-ahir ini tanganku harum wangi, coba rasakan" kata Nakamura.
"be,, benarkah?" kata Kasuga.
"ini sungai terbesar yang mengalir sepanjang kota, disini lapangan rumput dipinggir sungai, disini tempat dimana aku mendengarkan kata-kata Nakamura, yang tidak masuk akal" batin Kasuga.
Kasuga memperhatikan Nakamura, dan mengingat semua yang telah terjadi
diantara mereka.
"hey ini sudah gelap, kupikir ini waktunya kita pulang" kata Nakamura.
"jangan membuat orangtuamu marah, karena kau pulang terlambat" kata Kasuga pada Nakamura.
Tiba tiba Nakamura menarik tangan Kasuga.
"tunjukkan tanganmu" kata Nakamura.
Lalu Nakamura mencium harum Tangan Kasuga.
Aku merasakan tanganmu telah kagunakan untuk memegang seragam olahraga Saeki, dan bermail semua permainan olahraga dengan ini,,,"
Kasuga terkejut..
"seperti yang ku katakan, aku tidak melakukannya" bantah Kasuga.
"dasar bodoh" kata Nakamura.
"ugh,,," desah Kasuga.
"hey kau suka pada Saeki kan, apa yang sebenarnya kau suka dari dia?"
tanya Nakamura.
Kasuga benar benar kaget ketika Nakamura menanyakannya
"pulang dengan menggunakan seragam olahraga Saeki, bagaimanakah rasanya?, apa kau terangsang? Jika kau tidak mau menulis jawabannya, maka katakanlah dengan mulutmu, bodoh." ancam Nakamura.
"hentikan itu" teriak Kasuga.
"katakan, katakan bodoh" kata Nakamura sambil menarik pipi Kasuga.
"idiot" kata Kasuga.
"hentikan" bentak Kasuga.
Namun Nakamura masih saja meneruskannya.
"aku serius hentikan,," teriak Kasuga.
Tiba tiba Nakamura menghentikan.
"ah" kasuga heran.
"maksudku,, aku hanya,, ingin segera pulang, hari sudah mulai gelap" kata kasuga.
Namun Nakamura hanya diam dan pergi meninggalkan Kasuga.
Kasuga tidak mengerti mengapa.
"kita sudah selesai hari ini, sampai jumpa besok,," kata Nakamura yang tiba tiba membalikkan wajahnya dan mengatakan itu dengan senyum.
Kasuga pulang kerumah, namun setibanya dirumah ia dimarahi oleh ibunya.
"kau benar benar,,, kemana saja kau pergi seharian?" kata Ibu Kasuga marah.
"maafkan aku, aku hanya bermain bersama Yamada" jawab Kasuga berbohong.
"bagaimana kau bisa bermain bersama Yamada selama ini, ayahmu dan aku sudah menunggumu makan malam" kata Ibu Kasuga.
"sekarang, sekarang sayang, pelajaran tambahan mengurangi waktumu bermain" kata ayah Kasuga.
"ayah, aku baik baik saja" jawab kasuga.
"tapi Ibumu sangat menghawatirkanmu, lain kali hubungi kami dulu jika ingin pulang terlambat" kata ayah Kasuga Bijak.
"ya" jawab Kasuga bersalah."
"sekarang makanlah dulu" suruh ayah kasuga.
Kasuga masuk ke kamarnya.
"huh,,, apa yang telah ku lakukan?"
"aroma Nakamura, masih disana"
"apa yang akan dilakukan Nakamura?"
"dan apa yang akan aku lakukan padanya?"
Kasuga terus memikirkan Nakamura, dan masalahnya semalaman.
Keesokan harinya Kasuga berangkat ke sekolah.
"kasuga" kata Yamada.
"slamat pagi, ada apa" jawab kasuga.
Yamada mengajak Kasuga kerumah Yamada lagi.
Tiba tiba.
"hilang, sudah tidak ada disini lagi, bagaimana ini Ai" teriak Mayu histeris.
"apa yang terjadi?" kata Yamada.
"tenang Mayu, apanya yang hilang" kata Ai.
"uang jajanku, kemarin aku meninggalkannya disini, ketika aku cek lagi
uang itu sudah tidak ada, apa yang harus kulakukan?" kataa Mayu khawatir.
"itu berarti kamarin sepulang sekolah ada yang mengambilnya" kira Ai.
"ah apa ini ada hubungannya dengan kasusnya Saeki?" kata salah seorang murid.
"apa kau tahu, mana mungkin Nakamura yang melakukannya" kata Yamada pada Kasuga.
Semua tertuju pada Yamada yang mengatakan Nakamura yang melakukannya,
semua orang mulai membicarakan kalau semua ini Nakamura yang melakukannya.
"tunggu sebentar, Nakamura pergi bersamaku sepanjang waktu kemarin" batin Kasuga.
Lalu nakamura masuk kekelas.
Ai langsung menanyakan hal itu pada Nakamura.
Nakamura hanya diam.
"kau menghalangi jalanku, buih jelek." kata Nakamura dingin.
Ai terkejut dan marah.
Ai menuduh Nakamura dan mengaku melihatnya kembali ke kelas untuk mengambil uang Mayu.
Disaat semua orang mencurigai Nakamura.
Tiba tiba Kasuga bertriak.
"oi,,,"
"ini kebenarannya, mungkin kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh Nakamura, tapi ia tidak ada hubungannya dengan kasus ini, tidak ada bukti," bela Kasuga pada Nakamura.
"siapa yang peduli kasuga, diamlah dan bacalah bukumu, dimanapun kau mau" bentak Ai.
"apa itu berarti Kasuga menyukai Nakamura" tambahnya.
"tidak Itu tidak benar" batin Kasuga.
Nakamura terkejut karena Kasuga membelanya.
Semua teman berbisik bisik mengenai Kasuga.
"ayu Mayu kita laporkan ini ke pak guru" ajak Ai.
Ditengah pelajaran kasuga keluar kelas sambil memikirkan kata katanya tadi.
Sebelum ia masuk toilet ada yang memanggilnya.
"kasuga"
Ternyata yang memanggilnya adalah Saeki Nanako.
"sa,,," kata Kasuga terkejut.
"eh,, ada apa saeki" tanya kasuga gugup.
"umm,, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu" jawab Saeki.
"ada sesuatu yang ingin dia katakan! Sial ini buruk benar benar buruk"
batin Kasuga.
"pagi ini kau membela nakamura kan? Kau orang semacam dia jika ku melihatnya,,," kata Saeki.
"kau sangat keren Kasuga" puji Saeki.
"aku juga berfikir kalau Nakamura tidak melakukannya, hanya itu,,,"
kata Saeki tersenyum setuju dengan Kasuga lalu kembali kekelas.
Kasuga benar benar terharu dan meneteskan air mata.
"hah,,, Fuuueehhh,,,," kata Nakamura yang sedang melihat keluar dari jendela.

Thanks to Oshimi Shuuzou-sama

To be continued...

Tidak ada komentar untuk " Aku no Hana Chapter 004: Cloudy Skies"